Minggu, 28 September 2014

UIN ALAUDDIN TERAKREDITASI B VERSI BAN-PT

UIN Online – Berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 328/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2014, terhitung mulai 30 Agustus 2014, institusi UIN Alauddin terakreditasi B. Sehubungan dengan itu Sekretaris LPM, Zulfahmi Alwi, menitipkan pesan atas nama Lembaga Penjaminan Mutu UINAM yang dengan tulus ikhlas menghaturkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada semua komponen kampus yang telah membantu proses reakreditasi UIN Alauddin, sejak persiapan hingga keluarnya Keputusan BAN-PT tersebut, baik bantuan secara langsung maupun tidak langsung. Mari kita jaga momentum ini secara berkelanjutan dengan terus menyumbangkan dan mendedikasikan sekecil apapun kemampuan yg kita miliki untuk melihat Rumah Besar UIN Alauddin yang lebih baik.
Terima kasih juga kepada tim asesor BAN-PT yang menvisitasi UINAM pada 13-15 Juli 2014 lalu, Prof. Dr. Abdul Hamid,M.S.(UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Dr. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc. (ITB Bandung), Prof. Dr. NovesarJamarun, M.S. (Universitas Andalas Sumatera Barat), dan Prof. Ir. Moses Laksono Singgih, M.Sc., Ph.D. (ITS Surabaya). Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama UINAM dapat diupayakan terakreditasi A karena potensinya ada, tinggal butuh sedikit lagi kerja dan kesungguhan. Zulfahmi Alwi juga menambahkan bahwa pada saat ini, UINAM sedang melakukan persiapan reakreditasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 dari dua lembaga akreditasi internasonal untuk tiga tahun kedepan, yaitu Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan United Kingdom Accreditation Service (UKAS) (Red-Zulfahmi Alwi)

Sabtu, 06 September 2014

PENDIDIKAN FISIKA MENERIMA MABA 110 ORANG ANGKATAN 2014

Dalam rangka menyambut Mahasiswa Baru (Maba) Tahun 2014-2015 Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, samata-Gowa 1 - 3 September 2014. 
Rektor UIN Alauddin sangat apresiatif terhadap Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus setelah mengikuti proses yang cukup panjang, “Selamat datang dikampus peradaban UIN Alauddin semoga kalian benar-benar mampu menjadi Mahasiswa UIN melalui pencerdasan, pencerahan, dan prestasi.

Pada Orientasi Pengenalan Akademik Kampus (OPAK) di mulai pada 1 september 2014 di pihak Universitas di Auditorium Kampus 2 samata, kemudian dilanjutkan Opak tingkat Fakultas yang di bawah kendali pihak BEM fakultas dan pada hari terakhir 3 september 2014 di serahkan pada pihak Jurusan masing-masing untuk perkenalan jurusan baik managemen maupun sistem kredit perkuliahan kedepan.

Pendidikan fisika tahun 2014, menerima 110 orang yang terjaring dari 5 jalur masuk UIN alauddin Makassar yang nantinya terbagi atas 3 kelas. Kuota tahun ini sangat sedikit di bandingkan tahun lalu 2013 yang menerima 130 orang yang terbagi 4 kelas. Pembatasan kuota bertujuan untuk menjamin kualitas dan kuantitas pendidikan fisika ke depan dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Kuantitas tidak perlu banyak asalkan kualitas tak di ragukan lagi  di dunia kerja nantinya.
Perkuliahan perdana pada tanggal 8 September 2014 dengan memakai seragam Hitam (celana)-putih (Baju) -Biru(Kerudung), yang bertujuan untuk memberikan identitas bahwa mahasiswa fisika memiliki ciri khas dengan Motto " Bersama, Bersama dan Terus Bersama" (Red_Anas)



Sabtu, 05 Juli 2014

Si Jenius FISIKA dari Tanah Batak : PANTUR SILABAN - Dari Snellius ke Einstein

(P. HASUDUNGAN SIRAIT & NABISUK NAIPOSPOS)

SEKALI peristiwa di awal dasawarsa lima puluhan. Seorang murid SMP di Sidikalang terpana pada keterangan guru ilmu alamnya. “Sinar yang masuk dari udara ke dalam air selalu dibelokkan.” Laki-laki remaja itu pun bertanya: mengapa? Tak ada jawaban memadai.
Hukum Snellius mengenai pembiasan itu merupakan pintu masuk bagi Pantur Silaban mencintai fisika. Karena tak ada jawaban jitu dari sang guru, ia pun bernazar akan menggeledah rahasia alam melalui studi fisika di kemudian hari.
Dalam perjalanan ruang-waktu, minat Pantur melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi setelah lulus SMA ikut pula bergerak. Selain mendalami fisika, ia berhasrat pula mempelajari teologi. Meninggalkan Sumatera selepas sekolah lanjutan atas, pria kelahiran Sidikalang, 11 November 1937 itu mampir di Jakarta membekali diri mengikuti ujian saringan masuk sekolah tinggi teologi. “Anehnya, saya sakit selama di Jakarta mempersiapkan diri masuk ke sana,” katanya. Perjalanan diteruskan ke Bandung. Tujuannya satu: kuliah fisika di ITB. Dia diterima di sana.
Waktu pilih Fisika, tak ada masalah dengan orangtua? “Ayah saya yang pedagang dan buta huruf hanya mengatakan, Kamu terserah pilih apa“. Kami hanya bisa membantu menyekolahkan. Saran saya ambil bidang yang kamu suka.’ Tak disuruh pilih yang menghasilkan uang sekian,” kata Pantur mengenai kebebasan yang ia peroleh dari ayahnya, Israel Silaban, memilih jurusan.
Orangtua Pantur, pasangan Israel Silaban dan Regina br. Lumbantoruan, adalah pedagang yang berhasil. Pendek cerita, keluarga ini tergolong berada di lingkungan Sidikalang dan sekitarnya.
Dalam tempo enam setengah tahun, waktu optimal pada zaman itu merampungkan kuliah tingkat sarjana, Pantur lulus pada tahun 1964 dan berhak menyandang gelar doktorandus dalam fisika. Ia langsung diterima sebagai anggota staf pengajar Fisika ITB.
Selama kuliah kecenderungannya pada bidang tertentu dalam fisika mulai terbentuk. Pantur amat menggandrungi matematika murni dan mata kuliah yang tergolong dalam kelompok fisika teori, seperti mekanika klasik lanjut, teori medan elektromagnetik, mekanika kuantum, dan teori relativitas Einstein. Maka, ketika datang kesempatan studi lanjut di Amerika Serikat pada tahun 1967, tujuannya sudah jelas. “I go there just for the General Relativity Theory, no other things,” katanya. “Itu yang ada di benak saya waktu itu.”
Siapakah fisikawan yang paling tepat menuntunnya belajar Relativitas Umum Einstein di tingkat doktor? Dan di perguruan tinggi manakah fisikawan-fisikawan itu bermarkas di Amerika Serikat?
Albert Einstein (1879-1955) pada saat itu sudah 12 tahun di alam baka. Tapi, semasa hidupnya ia salah satu pendiri sekolah –semacam fakultas—yang menjadi tempat khusus mempelajari teori gravitasi dan Relativitas Umum Einstein. Sekolah itu berada di bawah Universitas Syracuse, New York dan termasyhur sebagai pusat studi gravitasi dan Relativitas Unum yang pertama dan terkemuka di dunia, bahkan sampai saat ini. Di sana mengajar teman-teman dan murid-murid dekat Einstein, antara lain Peter Gabriel Bergmann. Dia fisikawan pertama yang menulis buku daras tentang Relativitas Umum Einstein.
Karya Bergmann itu, Introduction to the Theory of Relativity, mendapat tempat khusus di kalangan fisikawan teoretis dengan spesialisasi teori gravitasi atau Relativitas Umum. Selain dianggap sebagai salah satu buku babon tentang relativitas, kitab inilah satu-satunya tempat di mana Einstein pernah menulis kata pengantar. Pantur diterima di sekolah itu. Tentang pentingnya kedudukan sekolah gravitasi Universitas Syracuse itu, Dr. Clifford M. Will dari Universitas Washington di St. Louis seperti dikutip The New York Times (23 Oktober 2002) ketika menurunkan obituari atas Peter G. Bergmann menulis sebagai berikut: “Pada masa-masa akhir 1940an Syracuse adalah tempat yang tepat untuk bekerja dalam Relativitas Umum karena tak ada tempat lain di dunia yang melakukannya.”
Untung baginya sebab Bergmann bersedia menjadi ko-pembimbing untuk disertasinya. Dengan demikian, Pantur merupakan fisikawan Indonesia yang berguru langsung kepada murid dan kolega Einstein dalam Relativitas Umum. Ia merupakan satu dari 32 mahasiswa dari seluruh dunia yang mempelajari Relativitas Umum di Syracuse dengan Bergmann sebagai pembimbing atau ko-pembimbing dalam kurun tahun 1947-1982. Tak salah kalau orang menyebutnya sebagai cucu murid Einstein.
Adapun pembimbing utamanya lebih muda dari Bergmann, tapi juga raksasa dalam Relativitas Umum. Dialah Joshua N. Goldberg. Nama-nama itu terasa Yahudi. Universitas Syracuse memang didominasi oleh orang-orang Yahudi, baik dosen maupun mahasiswanya. Sekali waktu dalam sebuah kuliah, Pantur menggambarkan almamaternya itu dengan lelucon segar yang tentu saja didasarkan pada fakta: “Hanya ada dua jenis manusia yang diterima di Syracuse. Yang pertama Yahudi, yang kedua adalah orang pintar. You tahu, saya bukan Yahudi.”
Di Syracuse selain mendalami fisika teoretis, Pantur juga menyerap etos belajar dan etos kerja orang-orang Yahudi di sana. Meski inteligensi mereka relatif tinggi-tinggi, mahasiswa-mahasiswa Yahudi menghabiskan sebagian besar waktu mereka di luar kuliah untuk belajar, belajar, dan belajar. Demikian pula dosen-dosennya. Lampu kamar kerja dosen di sana masih benderang sampai pukul sembilan malam. Kerja keras semacam itu plus otak cemerlang barangkali yang menjelaskan betapa orang-orang berdarah Yahudi menempati jumlah terbanyak dalam daftar peraih Nobel Fisika.
Pantur menyerap pola belajar dan pola kerja seperti itu selama kuliah di sana. Tapi, sekali waktu Pantur ada keperluan pulang lebih lekas ke tempat tinggalnya. Tak enak baginya ketahuan pulang lebih awal. “Akhirnya saya terapkan kelihaian yang khas Indonesia,” katanya sambil tersenyum. “Saya biarkan lampu kamar kerja saya menyala, sementara saya pulang ke tempat tinggal saya.”
Tentu perbuatan ini tak berulang. Sebab bila terulang, niscaya Pantur akan kesulitan memenuhi ajakan Goldberg dan Bergmann ikut dalam upaya mendamaikan Teori Medan Kuantum dan Relativitas Umum demi menemukan Teori Kuantum Gravitasi, teori yang diimpikan semua fisikawan teoretis sedunia, yang memerlukan ketekunan bagi disertasinya. Berbulan-bulan menguantisasi Relativitas Umum supaya akur dengan Medan Kuantum; Pantur, Goldberg, dan Bergmann gagal membidani Teori Kuantum Gravitasi. Fisikawan-fisikawan di Institute for Advanced Studies di Princeton mengingatkan mereka bahwa proyek itu adalah pekerjaan kolektif dalam skala besar yang membutuhkan waktu 25 tahun.
Alih-alih berkeras mendapatkan kuantum gravitasi, akhirnya Pantur mengikuti saran Goldberg. Dengan saran itu, ia pun mengalihkan topik untuk disertasinya: mengamputasi prinsip Relativitas Umum dengan menggunakan Grup Poincare untuk menemukan kuantitas fisis yang kekal dalam radiasi gravitasi. Temuan ini mengukuhkan keberpihakannya kepada Dentuman Besar (Big Bang) sebagai model pembentukan Alam Semesta ketimbang model-model lain.
Pekerjaan itu selesai pada tahun 1971 dan mengukuhkan Pantur Silaban sebagai Ph.D. dengan disertasi berjudul Null Tetrad Formulation of the Equations of Motion in General Relativity. Garis-garis besar mengenai apa yang dicapai dalam disertasinya ini tercantum dalam Dissertation Abstracts International, Volume: 32-10, Seksi: B, halaman: 5963 .
Tiga tahun kemudian Joshua Goldberg—yang banyak menghasilkan risalah penting fisika yang dimuat di jurnal utama seperti Physical Review D, Journal of Mathematical Physics, Journal of Geom. Physics—merujuk pekerjaan Pantur ini dalam risalahnya, Conservation Equations and Equations of Motion in the Null Formalism, yang diterbitkan General Relativity and Gravitation, Volume 5, halaman 183-200. Karya lain yang menjadi rujukan dalam risalah ini adalah dari dua orang mahafisikawan dunia, Hermann Bondi dan Roger Penrose. Jadi, dapatlah ditebak tempat Pantur dalam Relativitas Umum.
Setahun setelah menyelesaikan disertasinya, Pantur kembali di Bandung pada tahun 1972 dan mengajar di Jurusan Fisika ITB. Orang pertama Indonesia yang mendapat doktor dalam Relativitas Umum itu adalah orang Sumatera pertama—tidak sekadar orang Batak pertama—yang mendapat Ph.D. dalam fisika. Sebuah risetnya setelah disertasi ini dimuat di Journal of General Relativity and Gravitation. Sekian makalahnya mengenai teori gravitasi dan fisika partikel elementer dimuat di berbagai prosidings dalam dan luar negeri. Ya, sebagai seorang fisikawan teoretis, Pantur juga menggumuli fisika partikel elementer.
Beberapa kali diundang sebagai pembicara di International Centre for Theoretical Physics (ICTP) yang didirikan fisikawan Pakistan pemenang Nobel Fisika, Abdus Salam, Pantur selalu mencermati indikasi akan keberhasilan ditemukannya Teori Kuantum Gravitasi. Katanya suatu kali dalam sebuah kolokium di Jurusan Fisika ITB, “Dengan menganggap partikel sebagai titik, upaya menguantumkan Relativitas Umum berhadapan dengan singularitas yang tak bisa dihilangkan.” Itu sebabnya ketika teori string—yakni teori fisika yang menganggap partikel sebagai seutas string, bukan titik sebagaimana diasumsikan sejak zaman Democritus (460-370 SM)—menghangat pada pertengahan 1980an hingga awal 1990an, Pantur menggumulinya dan bekerja untuk mendapatkan Teori Kuantum Gravitasi.
“Timbul pula masalah yang tak kalah besarnya,” katanya. “Kita berhadapan dengan perumusan grup simetri yang parameternya sampai 496. Waduh, payah ini.” Singkat kata, baik dengan memandang partikel terkecil sebagai titik maupun sebagai seutas tali (string), Teori Kuantum Gravitasi yang didamba-dambakan itu masih saja belum berhasil ditemukan. “Jadi, sebetulnya masih banyak proyek dalam fisika teori,” kata Pantur.
Peran sentral Pantur membangn komunitas fisika teori di Indonesia, yang antara lain beranggotakan fisikawan Hans Jacobus Wospakrik (almarhum) yang adalah muridnya semasa S-1, tidak diragukan lagi. “Sulit membayangkan kehadiran fisika teori di Indonesia tanpa Pak Silaban,” kata Triyanta, mantan ketua Departmen Fisika ITB, yang adalah muridnya dan menyelesaikan Ph.D. dari Universitas Tasmania, Australia dalam fisika teoretis.
Sebagai seorang dosen, Pantur adalah komunikator ulung. Ia hadir di kelas dengan membawa kapur saja sebab, “Setiap kali masuk kelas, seorang dosen harus siap dengan bahan yang akan ia ajarkan, sesulit apa pun kuliah yang ia berikan. Tapi, itu tidak menjamin bahwa setiap pertanyaan mahasiswa bisa kita jawab.” Selalu saja ada ilustrasi-ilustrasi yang mudah dikenang dalam kuliahnya untuk memudahkan mahasiswa menangkap konsep fisika yang rumit-rumit. Yang juga tak pernah ketinggalan dalam setiap kuliahnya adalah humor-humor yang segar dan tampaknya autentik. “Beberapa fisikawan di Maryland pernah menghitung temperatur surga dan neraka dengan menggunakan statistik Boltzman, Bose-Einstein, dan Fermi Dirac,” katanya dalam sebuah kuliah. “Ternyata suhu neraka sedikit lebih rendah daripada suhu surga. Itu sebabnya orang lebih banyak berbuat jahat karena neraka ternyata lebih sejuk.”
Karena referensi dalam bahasa Indonesia untuk fisika teori sangat minim, Pantur Silaban pada tahun 1979 menerbitkan buku daras Teori Grup dalam Fisika. Kemudian ia menerbitkan buku Tensor dan Simetri. Pertengahan 1980an, bekerja sama dengan Penerbit Erlangga, dia menerjemahkan banyak buku daras teknologi mesin, elektroteknik, dan matematika yang dipakai perguruan-perguruan tinggi terbaik dunia.
Pantur Silaban dikukuhkan sebagai guru besar ITB dalam fisika teoretis pada Januari 1995. Ia memasuki masa pensiun per 11 November 2002. Tapi, ketua Jurusan Fisika waktu itu, Pepen Arifin, mempertahankannya untuk terus mengajar. “Kalau Jurusan kekurangan ruang kerja, saya sediakan kamar saya untuk beliau,” kata Freddy P. Zen, ketua Kelompok Bidang Keahlian Fisika Teori ITB memperkuat tawaran Pepen Arifin.
Sebagai penghormatan kepada Pantur yang telah memasuki masa pensiun, murid-muridnya mengadakan Seminar Sehari A Tribute to Prof. P. Silaban pada 20 Februari 2003 di ruang kuliah bersejarah Jurusan Fisika ITB, Ruang 1201. Di sana hadir civitas academica dari Jurusan Fisika dan jurusan-jurusan lain di ITB yang mengenal Pantur dengan baik. Beberapa komentar yang terungkap dalam seminar itu antara lain berasal dari guru besar Matematika ITB, M. Ansjar, dan guru besar Fisika ITB, The Houw Liong.
“Bila suasana akademis di ITB dan Indonesia memadai, bukan tak mungkin Pak Silaban menghasilkan kontribusi yang sangat berarti dalam fisika,” kata M. Ansjar sebagaimana dibacakan Freddy P. Zen. “Yang selalu saya ingat dari Pak Silaban adalah pernyataannya bahwa segala sesuatu, termasuk ruang dan waktu, akan berakhir,” kata The Houw Liong. “Yang tidak berakhir adalah hukum alam.”
Rektor ITB ketika itu, Kusmayanto Kadiman, dan Ketua Departemen Fisika saat itu, Pepen Arifin, pada 30 Agutus 2004 mendaulat Pantur Silaban menggelar kuliah umum populer Umur Alam Semesta di sebuah ruang kuliah Fisika ITB. Seperti dilaporkan Kompas keesokan harinya, ceramah itu dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai kalangan, termasuk mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Panjaitan, geologiman M.T. Zen, Presiden Direktur ESQ Ary Ginanjar Agustian, beberapa orang dari kalangan agamawan, dan beberapa guru SMA.
Dengan mendasarkan perhitungan umur Alam Semesta pada Teori Dentuman Besar, Pantur waktu itu dikutip Kompas mengatakan, “Alam masih miliaran tahun, silakan terus berinvestasi.” Rupanya laporan surat kabar itu menarik perhatian sebuah keluarga Batak. Tak lama sesudah itu, bertepatan dengan lepas sidi salah satu anaknya, Edward Nababan yang sehari-hari bekerja sebagai salah satu petinggi Perusahaan Jawatan Kereta Api mengundang Pantur Silaban menggelar ceramah fisika di rumahnya di bilangan Jatibening, Jakarta Timur.
Yang menarik, acara yang dimulai sore itu—sebab lepas sidi diadakan di Bandung, lalu keluarga ini langsung menuju Jakarta—diawali dengan ceramah fisika. Inti perayaan lepas sidi bagi putri keluarga Nababan itu adalah ceramah Pantur. Acara adat hanya penyerahan tudu-tudu sipanganon dan dengke, itu pun dilaksanakan setelah acara inti berakhir. Hadir antara lain mantan Eforus HKBP S.A.E. Nababan, aktivis organisasi nonpemerintah abang-beradik Indera Nababan dan Asmara Nababan, Panda Nababan, dan Hotasi Nababan yang sekarang presiden direktur PT Merpati Nusantara Airlines.
TATAP menjumpai fisikawan teoretis ini untuk sebuah wawancara pertengahan Januari lalu di ruang kerjanya di Fisika ITB yang masih seperti dulu: papan tulis penuh dengan relasi-relasi matematis fenomena alam. Suami dari Rugun br. Lumbantoruan, ayah dari empat putri ini—Anna, Ruth, Sarah, dan Mary— serta mertua dari tiga menantu dan kakek empat cucu ini rupanya baru saja kembali dari wisata ke Israel.
“Menantu saya yang orang Swiss itu yang membiayai perjalanan kami,” katanya sambil menjelaskan sedang mempersiapkan buku kuliah untuk beberapa perguruan tinggi di Australia yang tertarik dengan kuliah yang pernah ia berikan di Melbourne beberapa waktu lalu: teori medan kuantum yang diselusuri dari teori Newton. “Rupanya mereka tertarik dengan pendekatan saya ini,” katanya.
Bagaimana minat orang Batak menjadi fisikawan sekarang ini? Beberapa murid pintar SMA dari kalangan Batak rupanya pernah datang kepadanya ingin belajar serius fisika. “Penghalang mereka jutru orangtua mereka sendiri,” kata Pantur. “Kalau lulus, kamu mau makan apa. Paling jadi guru. Begitu ancaman orangtua mereka. Dari situ kelihatan, profesi guru dilecehkan, padahal yang menentukan maju-tidaknya sebuah bangsa adalah guru.”
Selama orang Batak masih kukuh dengan hamoraon dalam segitiga hasangapon, hamoraon, hagabeon, menurut Pantur Silaban, sulit mengharapkan orang Batak menonjol dalam ilmu-ilmu murni, seperti fisika dan biologi molekuler, dua bidang sains yang masing-masing merupakan primadona ilmu dalam abad 20 dan abad 21.
Menjelang kami berpisah, dalam sesi memotret, Pantur menganjurkan supaya dia dipotret bersama mobil Toyota-Corollla keluaran 1984 itu. “Ini mobil saya yang pertama dan terakhir, tidak akan pernah saya ganti,” kata Pantur seraya mengingatkan bahwa “Einstein selama hidupnya tidak pernah punya mobil.”*

Sumber : Majalah TATAP edisi V, Jan-Feb 2008

Minggu, 29 Juni 2014

PELATIHAN TOEFL MAHASISWAN PEND.FISIKA ANGKATAN 2011 UIN ALAUDDIN MAKASSAR


SAMATA, Pelatihan Toelf Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika UIN ALAUDDIN MAKASSAR yang dilaksanakan selama 2 hari yaitu 26 - 27 juni 2014. Kegiatan pertama diadakan pree Test(test awal) sebelum di berikan pelatihan  dan trik-trik menyelesaikan soal-soal Toefl. Selanjutnya diadakan pelatihan yang dibimbing langsung oleh KK.Isna dan Kk.Riskayadi yang merupakan alumni dari Amerika dan Belanda. Pelatihan ini berlangsung kondusif ditandai dengan Post Test setelah pelatihan.
"Kegiatan ini dilaksanakan oleh HMJ pendidikan Fisika yang di ikuti oleh seluruh mahasiswa semester VI yg bertujuan sbg tambahan skill di masa akan datang, dalam sambutan Muhammad Qadaffi (Kajur Pend.Fisika).
Test Toefl ini merupakan test yang wajib di ikuti oleh seluruh mahasiswa pendidikan fisika sebagai persyaratan Ujian Komprehensif yang minimum skor yang di dapat adalah 450 skor untuk mendapatkan surat keterangan Lulus Toefl dari Jurusan.
Jika mahasiswa tidak lulus test pertama, mahasiswa biasa mengikuti test selanjutnya sampai lulus yang akan diadakan setiap 2 bulan secara berkala.
(Red-Anas)

PETUNJUK PENULISAN JURNAL PENDIDIKAN FISIKA UIN ALAUDDIN MAKASSAR 2014

PETUNJUK PENULISAN JURNAL PENDIDIKAN FISIKA
JUDUL SINGKAT, BERSIFAT INFORMATIF (TNR BOLD 14)
Nama Penulis, Tanpa Gelar (1), Penulis Lain Beda Alamat (2) (TNR 11 Bold)
(1) Alamat Lembaga Penulis, termasuk E-mail, sesuai dengan angka superscript
(2) Semua penulis dengan alamat sama, tanpa superscript(TNR 10)
Abstrak (TNR 10 Bold)
Abstrak terdiri dari satu alenia dan maksimal 150 kata, secara ringkas menguraikan, tujuan, metode, dan hasil/kesimpulan utama. Margin kiri dan kanan 30 mm. Format petunjuk penulisan ini sesuai dengan format baku Jurnal Pendidikan Fisika. ( TNR 10 Italic)
Kata kunci: maksimal 5 kata, tiap kata dipisahkan tanda “,”(TNR 10 Italic)


1. Panduan Umum (TNR 12 Bold)
Jurnal Pendidikan Fisika menerima karya keilmuan dalam bentuk artikel baik dari kalangan akademik, praktisi, maupun profesi dengan pokok bahasan lingkup system dan teknologi Pendidikan seperti diuraikan dalam visi dan missi. Karya ilmiah dapat berupa karangan asli hasil penelitian atau telaah ilmiah (bukan hasil penelitian). Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa Indonesia baku untuk wacana keilmuan atau bahasa Inggris (TNR 12).
2. Naskah
Naskah ditulis menggunakan MS Word dengan huruf Time New Roman (TNR) pada kertas ukuran A4 (hard copy 1 eks dan CDR), 1 spasi, margin semua sisi  25 mm; 2 kolom dengan jarak antara 0,5 cm; serta mengacu format pada petunjuk penulisan ini. Mengirimkan naskah ke Redaksi Jurnal Pendidikan Fisika.
2.1. Isi Naskah
Naskah karya hasil penelitian meliputi: Pendahuluan, (berisi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, tinjauan pustaka, serta manfaat penelitian); Metode Penelitian; Hasil dan Pembahasan, (berisi hasil penelitian dan pembahasan yang menunjukkan sikap penulis dan komparasi dengan hasil penelitian sejenis lainnya); Kesimpulan, (berisi hasil penelitian dengan jelas dan terukur); Pernyataan Terima Kasih ditujukan kepada pemberi dana penelitian (kalau ada); dan Daftar Pustaka. Untuk naskah bukan hasil penelitian, tanpa memakai metode penelitian.
2.1.1. Penulisan Daftar Pustaka
Terdiri dari Nama dan huruf pertama nama keluarga penulis, tahun, judul tulisan; kemudian untuk Jurnal diikuti dengan nama jurnal (dengan singkat yang umum dipakai), tahun, volume dan halaman; sedangkan untuk  Buku  diikuti nama penerbit dan nama kota. Contoh penulisan sebagai berikut:

·    Shingley, JE., & C. R. Mischke, 1989, Mechanical Engineering, 5” Edition, McGraw Hill Book Company, New York. (Buku)
·    Kingsbury, A., 1950, Development of the Kingsbury Bearning, Mech Eng, Vol. 72, pp 957-962 (Jurnal)
·    Raimondi, A.A., J.Body, H.N. Kaufman, 1968, Analysis and Design of Sliding Bearning, Chapter 5, Standard Handbook of Luorication Engineering, (Handbook)
·    Rippel H.C., & D.D. Fuler, 1968, Advantages Offered by Hydrostatic Beraning in Machine Tool Application, In ASME 1968 Design Engineering Conference, Chicago, II, April 22 – 25 (Makalah/Paper)
·    Lutoni, T.L, 2004, Ektraksi Minyak CNSI dari Kulit Biji Mete, CTID Press Release, http://www.CTID.Org.minyak.htm (Situs Internet)
2.2. Kutipan, Tabel, dan Gambar
Bagian naskah yang merupakan kutipan dari penulis tertentu, harus dibubuhkan tahun publikasi. Tabel/grafik/gambar/foto tercetak (tidak boleh tempelan), diberi nomor menurut urutan dalam naskah; keterangan harus jelas dan ditempatkan di bawah grafik/gambar/foto, sedangkan untuk tabel ditempatkan di atas.
3. Penutup

Naskah yang diterima redaksi diseleksi dalam 2 tahap, administrasi dan substansi; dengan hasil berupa: ditolak, diterima dengan perubahan, diterima dengan tanpa perubahan. Naskah yang telah dimuat di Jurnal Pendidikan Fisika tidak diperkenankan diterbitkan dalam jurnal/majalah lain. Redaksi tidak bertanggungjawab bila terjadi pelanggaran hak cipta atas naskah yang diterbitkan

Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL)


Pembelajaran kontekstual adalah terjemahan dari istilah Contextual Teaching Learning (CTL). Katacontextual berasal dari kata contex yang berarti “hubungan, konteks, suasana, atau keadaan”. Dengan demikian contextual diartikan ”yang berhubungan dengan suasana (konteks). SehinggaContextual Teaching Learning (CTL) dapat diartikan sebagi suatu pembelajaran yang berhubungan dengan suasana tertentu.
Pembelajaran kontekstual didasarkan pada hasil penelitian John Dewey (1916) yang menyimpulkan bahwa siswa akan belajar dengan baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya.
Pengajaran  kontekstual sendiri pertama kali dikembangkan di  Amerika Serikat yang diawali dengan dibentuknya Washington State Consortum for Contextualoleh Departemen Pendidikan Amerika Serikat. Antara tahun 1997 sampai tahun 2001 sudah diselenggarakan tujuh proyek besar yang bertujuan untuk mengembangkan, menguji, serta melihat efektifitas penyelenggaraan pengajaran matematika secara kontekstual. Proyek tersebut melibatkan 11 perguruan tinggi, dan 18 sekolah dengan mengikutsertakan 85 orang guru dan profesor serta 75 orang guru yang sudah diberikan pembekalan sebelumnya.
Penyelenggaraan program ini berhasil dengan sangat baik untuk level perguruan tinggi sehingga hasilnya direkomendasikan  untuk  segera disebarluaskan pelaksanaannya. Untuk tingkat sekolah, pelaksanaan dari  program ini memperlihatkan suatu hasil yang signifikan, yakni meningkatkan ketertarikan siswa untuk belajar, dan meningkatkan  partisipasi aktif siswa secara keseluruhan.
Pembelajaran kontekstual berbeda dengan pembelajaran konvensional, Departemen Pendidikan Nasional (2002:5) mengemukakan perbedaan antara pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) dengan pembelajaran konvensional sebagai berikut:
CTLKonvensional
Pemilihan informasi kebutuhan individu siswa;Pemilihan informasi ditentukan oleh guru;
Cenderung mengintegrasikan  beberapa bidang (disiplin);Cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu;
Selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa;Memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai pada saatnya diperlukan;
Menerapkan penilaian autentik melalui melalui penerapan praktis dalam pemecahan masalah;Penilaian hasil belajar hanya melalui kegiatan akademik berupa ujian/ulang
Karakteristik Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL)
    Pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen  utama dari pembelajaran produktif yaitu : konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modelling), refleksi (Reflection) dan penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment) (Depdiknas, 2003:5).
    1. Konstruktivisme (Constructivism)
      Setiap  individu  dapat  membuat  struktur  kognitif  atau mental berdasarkan pengalaman mereka maka setiap individu dapat membentuk konsep atau ide baru, ini dikatakan sebagai konstruktivisme (Ateec, 2000). Fungsi guru disini membantu membentuk konsep tersebut melalui metode penemuan (self-discovery), inquiri dan lain sebagainya, siswa berpartisipasi secara aktif dalam membentuk ide baru.
      Menurut Piaget pendekatan konstruktivisme mengandung empat kegiatan inti, yaitu :
      1)      Mengandung pengalaman nyata (Experience);
      2)      Adanya interaksi sosial (Social interaction);
      3)      Terbentuknya kepekaan terhadap lingkungan (Sense making);
      4)      Lebih memperhatikan pengetahuan awal (Prior Knowledge).
      Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) pendekatan kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas.
      Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap diambil atau diingat. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Berdasarkan pada pernyataan tersebut, pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan (Depdiknas, 2003:6).
      Sejalan dengan pemikiran Piaget mengenai kontruksi pengetahuan dalam otak. Manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya, seperti kotak-kotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Setiap kotak itu akan diisi oleh pengalaman yang dimaknai berbeda-beda oleh setiap individu. Setiap pengalaman baru akan dihubungkan dengan kotak yang  sudah berisi pengalaman lama sehingga dapat dikembangkan. Struktur pengetahuan dalam otak manusia dikembangkan melalui dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi.
      2. Bertanya (Questioning)
        Bertanya  merupakan  strategi  utama  dalam  pembelajaran kontekstual. Kegiatan bertanya digunakan oleh guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa sedangkan bagi siswa kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiry.  Dalam  sebuah  pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya berguna untuk :
        1)      Menggali informasi, baik administratif maupun akademis;
        2)      Mengecek pengetahuan awal siswa dan pemahaman siswa;
        3)      Membangkitkan respon kepada siswa;
        4)      Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa;
        5)      Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru;
        6)      Membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa;
        7)      Menyegarkan kembali pengetahuan siswa.
        3. Menemukan (Inquiry)
          Menemukan  merupakan  bagian  inti  dari  pembelajaran  berbasis CTL. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri (Depdiknas, 2003). Menemukan atau inkuiri dapat diartikan juga sebagai proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Secara umum proses inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu :
          1)      Merumuskan masalah ;
          2)      Mengajukan hipotesis;
          3)      Mengumpulkan data;
          4)      Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan;
          5)      Membuat kesimpulan.
          Melalui proses berpikir yang sistematis, diharapkan  siswa  memiliki sikap ilmiah, rasional, dan logis untuk pembentukan kreativitas siswa.
          4. Masyarakat belajar (Learning Community)
            Konsep  Learning Community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar itu diperoleh dari sharing antarsiswa, antarkelompok, dan antar yang sudah tahu dengan yang belum tahu tentang suatu materi. Setiap elemen masyarakat dapat juga berperan disini dengan berbagi pengalaman (Depdiknas, 2003).
            5. Pemodelan (Modeling)
              Pemodelan dalam pembelajaran kontekstual merupakan sebuah keterampilan atau pengetahuan tertentu dan menggunakan model yang bisa ditiru. Model itu bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu atau guru memberi contoh cara mengerjakan sesuau. Dalam arti  guru memberi model tentang “bagaimana cara belajar”. Dalam pembelajaran kontekstual, guru bukanlah satu-satunya model. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa.
              Menurut Bandura dan Walters, tingkah laku siswa baru dikuasai atau dipelajari mula-mula dengan mengamati dan meniru suatu model. Model yang dapat diamati atau ditiru siswa digolongkan menjadi :
              1. Kehidupan yang nyata (real life), misalnya orang tua, guru, atau orang lain.;
              2. Simbolik (symbolic), model yang dipresentasikan secara lisan, tertulis atau dalam bentuk gambar ;
              3. Representasi (representation), model yang dipresentasikan dengan menggunakan alat-alat audiovisual, misalnya televisi dan radio.
              6. Refleksi (Reflection)
                Refleksi merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah kita lakukan di masa lalu. Siswa mengendapkan apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru. Struktur pengetahun yang baru ini merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya.  Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahun yang baru diterima (Depdiknas, 2003).
                Pada kegiatan pembelajaran, refleksi dilakukan oleh seorang guru pada akhir pembelajaran. Guru menyisakan waktu sejenak agar siswa dapat melakukan refleksi yang realisasinya dapat berupa :
                1. Pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperoleh  pada pembelajaran yang baru saja dilakukan.;
                2. Catatan atau jurnal di buku siswa;
                3. Kesan dan saran mengenai pembelajaran yang telah dilakukan.
                7. Penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment)
                Penilaian autentik merupakan proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa agar guru dapat memastikan apakah siswa telah mengalami proses belajar yang benar. Penilaian autentik menekankan pada proses pembelajaran sehingga data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran.
                Karakteristik authentic assessment menurut Depdiknas (2003) di antaranya: dilaksanakan selama dan sesudah proses belajar berlangsung, bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif, yang  diukur keterampilan dan sikap dalam belajar bukan mengingat fakta, berkesinambungan, terintegrasi, dan dapat digunakan sebagai feedbackAuthentic assessment biasanya berupa kegiatan yang dilaporkan, PR, kuis, karya siswa, prestasi atau penampilan siswa, demonstrasi, laporan, jurnal, hasil tes tulis dan karya tulis.
                DAFTAR PUSTAKA
                Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Pendekatan Kontekstual. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
                Nurhadi. 2003. Pendekatan Kontekstual. Jakarta : Departemen Pendidikan             Nasional.

                Kamis, 19 Juni 2014

                Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar Terakreditasi B Juni 2014




                Berdasarkan Surat Edaran SK Ban-PT bahwa akreditasi Prodi Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar Juni 2014 mengalami peningkatan dari akreditasi C menuju Akreditasi B. Hal ini di sambut hangat pihak civitas akademik prodi maupun mahasiswa dalam hal peningkatan kualitas Program pendidikan Fisika.

                Rabu, 18 Juni 2014

                Workshop Evaluasi kurikulum Pendidika Fisika UIN Alauddin Makassar 2014

                Samata, Pendidikan Fisika mengadakan Worshop evaluasi kurikulum pendidikan fisika fakultas tarbiyah dan keguruan universitas islam negeri alauddin Makassar yang di laksanakan di samata 19 Juni 2014.  Worshop ini buka langsung oleh Dekan fakultas tarbiyah dan keguruan  Dr. salehuddin, M, Ag . dalam sambutannya mengapresiasi atas terlaksananya worshop ini guna menyonsong peningkatan kualitas kepribadian mahasiswa pendidikan fisika serta menargetkan akreditasi A pada penilaian 5 tahun kedepan.


                Worshop kurikulum pendidikan fisika sangat antusias  para mahasiswa fisika, itu di tandai di ikuti oleh para mahasiswa, alumni, citivitas akademik prodi  dan para dosen dalam lingkup fisika UIN alauddin Makassar. Kegiatan ini di lakukan  untuk meyamakan kurikulum Se-UIN seluruh Indonesia  pada periode 2015 ke depan. Untuk menggapai hal itu, pihak pelaksana menghadirkan  pakar kurikulum Fisika yaitu Prof. Dr. H. Muris, M.Si. (Ketua Prodi PPs  Fisika) dan Dr. Muh. Tawil, M. Si, M.Pd.

                Worshop ini bertujuan untuk menyusun kurikulum pendidikan fisika periode 2015 untuk menunjang dan terkorelasi dengan lapangan kerja yaitu tidak hanya melahirkan pendidik professional  yang berakhlak mulia juga menyiapkan tenaga yang siap bersaing di bidang lapangan kerja yang lain.

                Selasa, 10 Juni 2014

                JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA PRAKTIKUM ASTRONOMI DI PULAU CENGKEH

                Jurusan Pendidikan Fisika  Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Ikuti Praktik Lapangan Astronomi. Kegiatan berlangsung di pulau Cangke, Pangkep. Ada tiga kelas yang mengikuti kegiatan ini, yakni mahasiswa tingkat VI pada Fisika A, Fisika B dan Fisika C. Samata, Jumat (30/05).

                Praktik lapangan Astronomi adalah praktik mata kuliah “Astromi”, kegiatan ini bertujuan untuk menagamati titik terbit bintang sampai tenggelamnya.  Ketua Panitia, Ambo tang mengatakan Pulau Cangke jadi pilihan praktik karna posisinya yang strategis.

                “Disini adalah tempat yang sangat strategis, kami bisa melihat pergerakan bintang secara jelas,” terang pria berambut ikal ini.

                Ria Sari Kasman selaku praktikan mengaku senang mengikuti praktik ini, menurutnya kegiatan ini sangat baik untuk memperdalam teori. “Banyak alat yang kami gunakan disini, bekal ini kami dapat dari bangku kuliah. Hari ini, teori yang kami cocokan di dengan realitas di lapangan,” tambahnya.

                Sabtu, 17 Mei 2014

                AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM KONSEP FISIKA/ASTRONOMI

                Dalam dasawarsa-dasawarsa pertama abad ini para ahli fisika mempunyai konsepsi,bahwa sesuai dengan hasil observasi mereka ,jagad raya ini tidak terbatas dan besarnya tak terhingga ,sebab kalau ia terbatas ,bintang dan galaksi yang ada di tepi akan merasakan gaya tarik gravitasi dari satu sisi saja,yaitu ke arah pusat alam semesta, sehingga lama -kelamaan benda-benda langit itu akan mengumpul di sekitar pusat tersebut.
                Adapun reaksi yang di alami ,kimiawi atau fisis, massanya tak pernah hilang atau paling akan berubah menjadi energi yang setara. Dengan konsepsi bahwa alam itu qodim dan kekal ,astrofisika tidak mengakui adanya penciptaan alam.sudah barang tentu gagasan semacam itu tidak sesuai dengan ajaran islam  dan jualah yang baka.           Sebagaimana  kita  ketahui,pandangan  ini  berasal  dari  newtron,yang  melontarkan konsepsinya sekitar akhir abad ke XVII,namun kekekalan massa di tegaskan oleh lavoiser sekitar akhir abad ke-XVIII,dan di perluas oleh Einstein dalam abad ini menjadi kekekalan massa dan energi atau secara singkat kekekalan materi.dalam dasawarsa kedua abad ke-XX ini saja Einstein masih percaya bahwa pandangan klasik itu benar.namun Friedman mengungkapkan bahwa model ini tidak melukiskan alam yang statis,yang menjadi konsensus para astronom-kosmolog,melainkan jagad raya yang dinamis.model ini dikenal sebagai model Friedman.
                Al-qur’an yang ayat-ayatnya diturunkan sekitar 14 abad yang lalu mengandung uraian secara  garis besar tentang penciptaan alam semesta itu,namun umat yang awam tidak mengetahui maknanya secara jelas ,sebab rincian dari scenario kejadian itu terdapat dalam al-kaun sebagai  ayatullah yang harus “dibaca”,dan umat tidak mampu membacanya karena fisika,dan sains pada  umumnya, telah dilepaskanya enam abad yang lalu.tidak lagi umat secara umum dapat dimasukkan dalam golongan yang kita temukan dalam ayat 190 surat ALI’Imran,yaitu kategori “ulul albab”.
                ن ا رمع ل ا         ببل لا ا لا و لا تي لا ر اهنل ا و ليل ا فاتخ ا و ض ر لاا و ت ومسل ا قلخ يف نا  Artinya:    “Sesungguhnya dalam pencipta langit dan bumi,serta silih bergantinya malam dan  siang,terhadap tanda kekuasaan allah bagi para ulul albab”
                A.    Teori Big Bang dalan Al-Qur’an
                Bumi Pernah Berpdu dengan Langit
                Proses kelahiran alam semesta telah dimulai sejak sekitar 18 miliyar tahun yang lalu. Sebelum terjadinya ledakan kosmis yang sangat dasyat dari sebuh titik singularitas atau dikenal dengan peristiwa big bang.
                Pristiwa big bang telah dikemukakan oleh George Lemaitre dan Stephen Hawking pada tahun 198-an yang menjelaskan kejadian awal alam semesta. Teori tersebut menjelaskan bahwa alam semesta awalnya terdiri dari sebuah titik yang sangat rapat, padat dan panas, yang disebut titik singularitas. Sebuah titik yang tidak terdefinisi. Dari titik inilh sebuah ledakan maha dasyat (big bang) terjadi dan membentuk atom-atom hydrogen (H), helium (He), proton, electron, dan neutron dalam hitungan menit. Sejak terjadinya ledakan itu bintang-bintang, proto-proto galaksi dn galaksi mulai terbentuk. Selanjutnya alam semesta mengembang dan berangsur dingin.
                            Allah telah menjelaskan kejadian tersebut dalam Al-Qur’an
                أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

                Artinya : "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30)
                Ternyata Al-qur’an telah menyajkan informasi yang sangat akurat bahwa pada awalnya langit dan bumi itu memang perpadu dalam satu titik singularitas sebagai asal segala yang ada di jagat raya.
                B.     Teori Hubble dalam Al-Qur’an
                Alam Semesta Mengembang
                Dalam      Al  Qur'an,    yang    diturunkan     14   abad   silam    di  saat   ilmu astronomi masih terbelakang,      mengembangnya          alam     semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
                وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
                "Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an, 51:47)
                Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat   dalam Al-Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta.Di sini sekali lagi, kata tersebut   digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam AlQur'an dikatakan bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yangkesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
                Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa   permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi   modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".
                Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa    bergerak dan mengembang. Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara Fakta ini dibuktikan  juga dengan menggunakan data pengamatan terus-menerus pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling   menjauhi.   Sebuah   alam peristiwa mengembangnya semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain,  berarti   bahwa    alam    semesta     tersebut    terus-menerus "mengembang" Pengamatan yang dilakukan di   tahun-tahun  berikutnya memperkokoh fakta   bahwa    alam  semesta terus   mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al-Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.
                Soejoeti (1998:258) menyatakan bahwa Jagat Raya merupakan suatu pencerminan dari sifat Allah SWT yang tidak terbatas, dan bahwa Jagat Raya ini masih dalam keadaan yang mengembang. Yahya (2008:4) menambahkan fakta mengenai bukti lama semesta yang mengembang. Pada tahun 1929, Edwin Hubble  melakukan pengamatan terhadap alam semesta dengan menggunakan teleskop raksasanya. Hubble secara teoritis menghitung bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang, dengan galaksi yang saling menjauh satu sama lain.
                Hal ini dapat diketahui melalui spectrum warna. Dalam ilmu fisika jarak pada bintang dapat diketahui dengan mengetahui warna bintang yang diamati. Ahli Fisika menyatakan bahwa bintang yang lebih dekat dari tempat pengamatan mempunyai warna lebih ungu, sedangkan cahaya yang menjauhi titik pengamatan akan semakin merah. Dalam pengamatannya Hubble mendapatkan hasil pengamatan bahwa kecenderungan bintang untuk berubah kearah lebih merah. Singkatnya bintang-bintang bergerak menjauh dan semakin jauh tiap saat. Bintang dan galaksi tidak hanya bergerak menjauhi kita, tetapi galaksi bergerak menjauh satu sama lain.
                Seperti yang telah dijelaskan dalam Q.S. Al-Ambiya’,21:104 bahwa alam semesta ini awalnya merupakan satu titik materi yang kemudian meledak dengan dentuman yang dasyat. Setelah meledak pecahan materi ini terus mengembang dan menjauh dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hahya (2008:5) para ahli menyatakan bahwa ketika masa jagat raya ini mencapai tingkat yang memadai, pengembangan ini akan berakhir dan mengakibatkan alam semesta runtuh dengan sendirinya.
                Berdasarkan pengamatan para ahli, alam semesta mengembang dengan laju percepatan yang sangat mengherankan dan menabjubkan setelah proses pembentukannya. Salah satu carauntuk mengerti konsep pengembangan alam semester. Adalah dengan menggambar titik-titik sebagai perumpamaan galaksi-galaksi di atas sebuah balon. Ketika balon tersebut ditiup setiap titik kan bergerak saling menjauh.
                Bila seseorang melihat alam semesta dari sebuah galaksi, semua galaksi akan terlihat saling menjauh. Galaksi yang jauh akan terlihat semakin mejauh satu sama lain lebih cepat dibandingkan dengan galaksi yang lebih dekat. Itulah penjelasan hukum Hubble.
                Beberapa ahli astronomi percaya bahwa perluasan atau pengembangan alam semesta akan terus berlanjut, sedangkan beberapa ahli yang lainnya meyakini suatu saat nanti alam semesta akan mulai mengkerut. Dalam l-Qur’an Allah memaparkan
                                  
                Artinya:
                “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuatan dan Kamilah yang meluaskannya.”(Q.S Adz-Dzariyat 51:47)
                Proses hancurnya jagat raya ini di dalam ilmu pengetahuan dikenal dengan big crunch (keruntuhan total). Peristiwa ini yang menyebabkan tamaytnya riwayat segala jenis kehidupan yang dikenal. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Ambiya’ ayat 104 dituliskan bahwa langit akan kembali digulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Allah SWT telah memulai penciptaannya pertama, begitulah Allah SWT akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Allah SWT tepati.
                Namun ada satu hal yang masih menjadi pertanyaan. Seperti yang dijelaskan di dalam ayat di atas, bahwa bumi dan langit akan kembali digulung seperti awal penciptaannya. Jika kita menggap bahwa jagat raya ini berasal dari sebuah materi yang meledak, maka kita tidak dapat membayangkan bahwa jagat raya ini berada pada satu bidang datar. Pada hakikatnya jika sebuah materi terus mengembang dan bergerak saling menjauh dan berada pada satu bidang datar, maka penggulungan jagar raya menjadi satu yang padu kembali merupakan hal yang mustahil menurut pemikiran saat ini. Jadi akan sangat mungkin jika alam semesta ini berbentuk melengkung, sehingga pada satu titik akan saling bertabtakan dan menjadi satu materi kenbali.
                Menurut teori big crunch alam semesta akan kembali menjadi seperti awal penciptaanya dengan kerapatan yang sangat tinggi. Pada akhir alam semesta, jagat raya ini akan semakin panas dan mengecil hingga ukuran yang takterhingga. Teori ilmiah tersebut sejalan dengan penjelasan yang ada di dalam ayat Al-Qur’an.
                يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ (١٠٤)
                (Yaitu) pada hari Kami menggulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah janji yang pasti Kami tepati;sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS. 21:104)
                C.    Langit dan Bumi Tercipta dalam 6 Masa
                Allah SWT dalam Al-Qur’an tidak pernah mengatakan kalimat: ”kami ciptakan bumi dan langit” tapi Allah mengucapkan “Kami ciptakan langit dan bumi”
                Urutan penyebutan kata-kata tersebut menunjukkan urutan penciptaan alam semesta. Kenyataannya memang langit tercipta lebih dahulu, baru bumi tercipta yang merupakan bagian dari triliunan planet yang tersebar di langit.
                            Dalam ayat di bawah ini Allah menjelaskan tahap atau masa penciptaan langit dan bumi.
                اللَّهُالَّذِيخَلَقَال سَّمَاوَاتِوَالْأَرْضَوَمَابَيْنَهُمَافِي سِتَّةِ أَيَّامٍثُمَّاسْتَوَىعَلَىالْعَرْشِ مَالَكُم مِّندُونِهِ مِنوَلِيٍّوَلَا شَفِيعٍأَفَلَاتَتَذَكَّرُونَ
                Artinya:
                 Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam  enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada -Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu  tidak memperhatikan?
                (QS. 32:4)


                قُلْأَئِنَّكُمْلَتَكْفُرُونَبِالَّذِيخَلَقَالْأَرْضَفِييَوْمَيْنِوَتَجْعَلُونَلَهُأَندَادًاذَلِكَرَبُّ الْعَالَمِينَ

                          Katakanlah: `Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam
                          dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya (Yang bersifat) demikian itulah Rabb
                        semesta alam`. (QS. 41:9)
                      
                Dengan menggabungkan informasi dari dua ayat tersebut dan data sains tentang umur bumi, kita dapat memperkirakan berapa umur langir dengan menggunakan matematika sederhana berikut.
                Analogi:
                Allah SWT menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (Q.S. As-sajdah:4) serta menciptakan bumi dalam dua masa (Q.S. Fishilat:9). Berdasarkan umur meteorit tertua yang ditemuka di bumi, para geologi menyatakan bahwa umur bumi adalah 4,56x109 tahun.
                Perbandingan umur bumi dan langit adalah 2:6 = 1:3. Umur langit = 3x 4,56x109 tahun=13,68x109 tahun.
                Versi sains menyatakan ,menyatakan bahwa umur alam semesta sejak peristiwa big bang adalah 13,7x109 tahun. Terdapat perbedaan selisih 20 jut tahun antara perhitungan versi al-qur’an dan sains, namun perbedaan ini dapat di toleransi dalam perhitungan kosmologi. Ternyata firman-firmn Allah menjelaskan umur langit dan bumi dengan cukup akurat..
                D.    Daratan dan Lautan.
                Allah SWT menyebut kata “daratan” al-barr di dalam Al-Qur’an sebanyak6 kali.                     Dan kata “lautan” al-bahr sebanyk 19 kali. Dengan perbandingan didapat perbandingannya adalah 6:19 atau 1:3,16. Penyebutan tersebut menyebutkn perbandingan kurang lebih 24%:76% antara luas daratan dan lautan di muka bumi ini.
                Dalam Al-Qur’an selalu disebut kata daratan terlebih duhulu sebelum kata lautan. Seperti pada ayat ini
                وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ (٥٩)
                Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 6:59)
                Urutan penyebutan daratan dan lautan menunjukan bahwa daratan lebih dahulu diciptakan daripada lautan. Dan ternyata perbabdingan jumlah penyebutan kata daratan dan lautan dalam al-qur’an hampir sama dengan perbandingan luas daratan dan lautan menurut


                E. Mencoba memahami dengan kosmologi
                Untuk melakukan ini para ilmuwan berpegang pada fakta-fakta dan sunnatullah yang telah  mereka temukan yang mengendalikan tingkah laku alam semesta,dan kemudian mulai mereka-reka  jawaban  itu  sehingga  mereka  dapat  menerangkan  gejala  yang  teropservasi  dan  dapat  mengakomodasi hasil pengamatan di kemudian hari.mereka mulai dari persamaan matematik yang
                melukiskan ruang alam yang bergrafitasi karena materi yang ada di dalamnya.persamaan einstein  yang distribusi materinya rata dan serba sama ke semua arah mempunyai bentuk yang sederhana.

                (dR/dt)2=(8 π /3)Kg pR2-kc2+( /3)R2 (12.1)

                            Dalam persamaan ini k adalah konstante gravitasi yang telah kita kemukakan dalam paragraf  5.2,k parameter kelengkungan ruang alam dan A konstante kosmologis,sedangkan R adalah jari-jari jagad raya.untuk menerangkan terjadinya big bag yang keluar dari singularitas dan berekspansinya alam semesta para fisikwan mengatakan  bahwa dalam ketiadaan,tanpa ruang tanpa materi ,terjadi suatu goncangan vakum selama saat yang sangt pendek sesuai dengan sunntullah yang di temukan Heisenberg  yaitu ΔEΔt  ≈ h.
                            Besar energi  yang dapat muncul itu bergantung pada pendeknya waktu yang bersangkutan.
                Apabila energi yang dapat muncul itu bergantung pada pendeknya waktu yang bersangkutan.apabila
                energi itu besar sekali maka waktu itu sangat pendek sekali,terkandung dalam volume singularitas
                fisis yang sangat pendek sekali,terkandung dalam volume singularitas fisis yang sangat kecil itu R≈ O sehingga dalam ruas kanan pers. (12.1) suku terakhir sangat kecil tetapi suku pertama sangat besar,karena kandungan enerssgy ρR3 konstan yang berarti  ρ≈1/R3 ,sehingga suku kecil tetapi suku kedua tidak berarti.dengan demikian maka pres.(12.1) tereduksi menjadi
                (dR/dt)2 = (8π/3)Kg /R atau (dR/dt) =√ (β/R)

                Dengan = (8π/3)kg. Kalau kita kalikan pers. (12.2a) dengan dt dan √R, maka kita peroleh

                √R dR =√β dt 
                F. Orbit/Edar
                            Tatkala merujuk pada matahari dan bulan di dalam Al-Qur`an, bahwa semua bergerak pada masing-masing garis orbit atau edar tertentu.
                “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiyaa [21] ayat 33)
                Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam tetapi bergerak pada garis edar tertentu.
                “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui” (QS. Yaasiin [36] ayat 38)
                            Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al-Qur`an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomi di zaman kita sekarang. Menurut perhitungan para ahli astronomi bahwa Matahari bergerak dengan kecepatan luarbiasa yang mencapai 720.000 Km/jam kearah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solarafeks. Ini berarti Matahari bergerak sejauh ± 17.280.000 Km/hari. Bersama Matahari, semua planet dan satelit yang berada dalam sistem gravitasi Matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya semua bintang di alam semesta berada dalam satu gerakan serupa yang terencana.
                            Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al-Qur`an sebagai berikut:
                “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan[2],” (QS. Adz-Dzaariyaat [51] ayat 7)
                [2] Yang dimaksud adalah orbit bintang-bintang dan planet-planet.
                Terdapat ± 200 milyar Galaxi di alam semesta ini, dan masing-masingnya terdiri hampir dari 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet dan sebagian besar planet-planet ini memiliki bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun masing-masing seolah berenangan sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lainnya. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama garis edar yang ditetapkan baginya.
                Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaxi-galaxi pun bergerak dengan kecepatan yang luarbiasa dalam satu garis edar yang terhitung dengan penuh rencana dan teliti. Selama pergerakan ini, tak satupun benda angkasa ini memotong lintasan yang lain atau bertabrakan dengan yang lainnya. Bahkan telah teramati bahwa sejumlah Galaxi berpapasan satu dengan yang lainnya tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
                Dapat dipastikan bahwa pada saat Al-Qur`an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini atau teknologi canggih untuk mengamati luar angkasa yang berjarak jutaan kilometer. Tidak pula pengetahuan fisika maupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa dipenuhi oleh lintasan dan garis edar sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat tersebut diatas. Akan tetapi hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita di dalam Al-Qur`an yang diturunkan sejak saat itu.